Sabtu, 14 April 2012

PEMBIAYAAN SEKTOR MIKRO DAN PEMBIAYAAN CORPORATE



Pengertian

Pengertian Pembiayaan Mikro:
Suatu kegiatan pembiayaan usaha berupa penghimpunan dana yang di pinjamkan bagi usaha mikro (kecil) yang di kelola oleh pengusaha mikro yaitu masyarakat menengah kebawah yang memiliki penghasilan di bawah rata-rata.
Adapun yang dimaksud dengan usaha mikro menurut Keputusan Menteri Keuangan nomor 40/KMK.06/2003 tanggal 29 Januari 2003 adalah:
·         Usaha produktif milik keluarga atau perorangan
·         Penjualan maksimal Rp 100 juta pertahun
·         Kredit yang diajukan masimal Rp 50 juta
Adapula kelebihan dari pembiayaan mikro itu sendiri adalah jika masyarakat Indonesia dalam usaha mikro nya bisa meningkatkan performance mereka, mereka akan dapat keuntungan.          Maka secara tidak langsung kita ikut meningkatkan perekonomian bangsa Indonesia. Dikarenakan efek multiplayernya lebih cepat dibandingkan dengan memberi pembiayaan kepada sektor besar. Sebagai contoh kita punya dana Rp1 Milyar dan kita melakukan pembiayaan sebesar satu juta per orang, berarti ada seribu orang yang bisa kita bantu.

Pengertian Pembiayaan Corporate:
Didefinisikan sebagai seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus (pengelola) perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, karyawan serta para pemegang keppentingan intern dan ekstern lainnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu system yang mengatur dan mengendalikan perusahaan.

Manakah dari Keduannya yang Lebih Menguntungkan?

Menurut saya yang lebih menguntungkan adalah pembiayaan sektor mikro  karena untuk saat ini jenis usaha di Indonesia masyarakatnya dominan adalahpelaku usaha mikro. Bahkan perhatian dunia perbankan pada pembiayaan usaha mikro semakin meningkat. Dengan adannya pembiayaan sektor mikro tersebut hal ini dapat membantu bagi para usaha kecil menengah dan apabila usaha mereka telihat berhasil maka dampaknya akan juga mempengaruhi Perekonomian yang lebih baik. Saat ini dampak dari perkembangan usaha kecil pun terlihat sangat cepat dan pesat dibandingkan dengan memberikan pembiayaan untuk  usaha yang besar karena dengan memberikan pembiayaan dengan jumlah yang besar, untuk sektor mikro lebih banyak orang yang dapat dibantu. Dengan melihat pengalaman krisis Indonesia khususnya yang berhasil bertahan bahkan tumbuh dengan baik adalah dari Sektor Mikro. Mereka mempunyai daya tahan yang lebih baik dan mempunyai daya adaptasi yang lebih cepat.
Selain itu Pembiayaan sektor mikro memiliki keuntungan pula seperti ;

  • Melayani masyarakat berpenghasilan rendah dengan plafon yang sangat fleksibel
  • Bentuk agunan (jaminan) yang fleksibel dan melayani jaminan non-tradisional
  • Dampak psikologis dengan adanya pemberlakuan reward and punishment akan berpengaruh terhadap kepatuhan dan ketaatan serta kedisiplinan pembayaran angsuran.
Tantangan yang di Hadapi oleh Sistem Pembiayaan Sektor Mikro & Corporate
  • Sebagai suatu sistem, pembiayaan mikro diperlukan dan mampu memenuhi kebutuhan segmen pasar tertentu yaitu usaha mikro dan kecil. Sistem ini tetap valid untuk memenuhi kebutuhan porsi terbesar usaha rakyat dalam skala mikro. Namun dalam tataran kebutuhan pelayanan yang lebih besar, maka menghadapi keterbatasan, terutama keterbatasan kemampuan permodalan dan kualitas layanan kredit/ pinjaman Keterbatasan kemampuan permodalan tercermin pada ketidak cukupan jumlah modal simpan pinjam. Beberapa studi empiris memperlihatkan bahwa keterbatasan modal merupakan masalah umum di setiap lembaga keuangan mikro (KSP/USP koperasi). Sumber permodalan dari dalam (simpanan pokok, simpanan wajib dan beberapa jenis simpanan lain), tidak cukup meningkatkan modal. Karena itu, diperlukan suntikan modal dari luar. Keterbatasan kualitas layanan kredit/pinjaman yang tercermin pada kecepatan, ketepatan dan keluasan jangkauan layanan, disebabkan oleh kualitas manajemen dan penerapan teknologi yang masih minim. Jadi pada intinya tantangan pada sistem pembiayaan ini adalah manajemen dalam sistem pelaksanaannya harus lebih meningkatkan lagi kualitas layanan kredit/pinjaman terhadap konsumen dan berani dalam menerapkan aturan kepada konsumen agar membayar setoran pinjaman lebih awal apabila cadangan modal menipis.
  • Sedangkan pada pembiayaan corporate tantangannya adalah pemilik harus berani untuk lebih sering mengambil resiko yang ada serta pembentukannya yang membutuhkan biaya yang dibilang cukup tinggi.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar